Jumat, 19 Juli 2013

PENDIDIKAN KARAKTER

MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER


Bangsa Indonesia sebagai bangsa timur yang sudah dikenal lama oleh bangsa lain sebagai bangsa yang memiliki adat ketimuran yang sarat denga nilai-nilai moral, norma dan karakter yang luhur yang tercerin dalam prilaku kehidupan yang ramah, santun, menghargai sesama, gotong royong, religius, cinta damai dan nilai luhur lainnya.
Selama 65 tahun Indonesia merdeka, dirasakan nilai-nilai moral dan budaya bangsa yang luhur terus
mengalami penurunan. Fenomena seperti kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN) yang terjadi dari tingkat pusat sampai daerah dan tawuran dikalangan pelajar, mahasiswa, dan antar  kampung yang kadang dipicu oleh persolan sepele, serta maraknya kasus-kasus asusila, pornografi, pemakai narkoba, ini yang menguatkan anggapan bahwa telah terjadi penurunan kualitas karakter bangsa.
Sendi-sendi yang menopang sebuah bangsa diantaranya adalah karakter dan mentalitas.  Keruntuhan sebuah bangsa ditandai dengan semakin lunturnya tata nilai dan karakter bangsa tersebut. Karakter dan mentalitas rakyat yang kukuh tidak terbentuk secara alami melainkan melaui interaksi sosial yang dinamis dan serangkaian program pembangunan.
Banyak faktor yang mempengaruhi terhadap ketangguhan karakter dan mental rakyat suatu bangsa, diantaranya faktor internal dan ekternal. Faktor internal adalah pembentukan karakter bangsa yang berorientasi pada pembangunan manusia (human oriented development ) untuk membentuk budaya dan standar nilai kehidupan manusia. Adapaun faktor ekternalnya yang berpengaruh besar dalam pembentukan tata nilai, mentalitas, dan karakter bangsa.
 Pendidikan nasional yang mencita-citakan lahirnya generasi yang berkarakter tercantum dalam UU No. 20. Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab II Pasal (3) dinyatakan:
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. 

Cita-cita Pendidikan Nasional tersebut diatas didukung oleh keluarnya Inpres No. 1 tahun 2010 tentang pembangunan karakter bangsa dalam operasionalnya yang akan sangat tentukan oleh pendidikan yang tidak terlepas dari para pendidik profesional yang memiliki peran dan kedudukan yang strategis dalam upaya pembangunan karakter bangsa.

Membangun masyarakat Indonesia yang berkarakter bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan kerja keras dan komitmen seluruh masyarakat. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar